Seluma – Bupati Seluma Erwin Octavian, SE didampingi Wakil Bupati Seluma Drs. Gustianto membuka Rembuk Cegah Stunting di Kabupaten Seluma yang dilaksanakan di Aula BKD Senin (10/7/2023)
Kegiatan ini Dihadiri Forkopimda, Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Seluma, Camat se-Kabupaten Seluma, dan Kepala Desa di Kabupaten Seluma.
Wakil Bupati Selum Drs. Gustianto selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Seluma menyampaikan “Pada awalnya stunting di Kabupaten Seluma ini ada di angka 40% dan setelah kita melakukan aksi maka turun menjadi 26% pada tahun 2022 turun menjadi 22%”.
“Mari kita lebih semangat lagi untuk menurunkan stunting, mudah-mudahan di tahun 2024 angka stunting di Kabupaten Seluma Semakin akan turun”, lanjut Wabup.
Wakil Bupati menyampaikan pencegahan stunting sangat penting dilakukan melalui dua intervensi yakni intervensi gizi spesifik dan intervensi gizi sensitif. Intervensi gizi spesifik merupakan intervensi yang ditujukan kepada anak dalam 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) dan berkontribusi pada 30% penurunan stunting. Olehnya, upaya penurunan dan pencegahan stunting akan efektif jika intervensi gizi spesifik dan gizi sensitif dilakukan secara konvergensi bersama-sama dan terintegrasi oleh semua unsur baik dari pemerintah, swasta dan masyarakat.
Dirinya berharap melalui kegiatan rembuk stunting ini dapat tercipta komitmen dari seluruh pihak dalam rangka menanggulangi angka stunting Kabupaten Seluma.
Bupati Seluma menyampaikan secara umum stunting ini yaitu pertumbuhan anak yang tidak sesuai dengan umur, stunting di Kabupaten Seluma ini sekarang berada di angka 22%.
Rembuk Stunting merupakan langkah penting untuk memastikan pelaksanaan rencana kegiatan intervensi pencegahan dan penurunan stunting yang dilakukan secara bersama-sama antara OPD penanggung jawab layanan dengan sektor/lembaga non-pemerintah dan masyarakat.
“Jika sudah ada yang terindikasi stunting segera bergerak sehingga tidak terjadi stunting dan tetap semangat dalam penurunan stunting untuk menuju Seluma sehat”, ujar Bupati.
Melalui rembuk ini, semua pihak perlu bekerjasama dalam mendukung terwujudnya masyarakat dengan konsumsi gizi seimbang, percepatan perbaikan gizi, pemenuhan sanitasi dasar dengan menyusun rencana kegiatan penganggaran sesuai lokus yang kita sepakati bersama dan akan diperluas secara bertahap dengan upaya yang maksimal kita mendapatkan hasil yang baik dalam mewujudkan masyarakat Indonesia yang sehat, produktif dan berdaya saing khususnya bagi masyarakat Kabupaten Seluma”, ujarnya
Setelah kegiatan selesai Dilanjutkan penandatanganan Komitmen percepatan penurunan stunting. (Adv/Bri)